Tuesday, May 28, 2013

REVOLUSI INDUSTRI

revolusi industri
Revolusi Industri dunia terjadi pada saat banyaknya dari hukum alam utama yang telah ditemukan pada abad ke-19, diambil dari pengamatan terhadap peralatan yang telah ditemukan sebelumnya dan perbuatan mereka itu bukanlah menggunakan instrumen untuk mengamati peristiwa-peristiwa alam yang sesungguhnya. Ini merupakan proses yang telah memberi corak kemajuan ilmiah dari abad 17 dan 18. Hukum termodinamika, bilangan Froude, hukum Faraday, konstanta Boltzman, prinsip elektromagnatisme, hukum Ampere, hukum Ohm, serta banyak lagi penemuan ilmiah yang muncul antara tahun 1790 dan 1890 yang selalu menghadirkan hukum alam yang menyebabkan bekerjanya mesin-mesin, peralatan listrik, ruang tekanan, dan dalam kasusnya Froude, perkapalan dan model kapal.
Mesin-mesin itu pertama-tama dibuat, kemudian prinsip yang mengatur mereka itu dipikirkan. Dengan prinsip yang baru saja ditemukan, maka mungkin untuk membuat mesin yang lebih baik. Ketika James Maxwell dan yang lainnya mereduksi prinsip-prinsip ini menjadi formula matematika, mereka memberikan peralatan baru kepada para insinyur generasi berikutnya yang memungkinkan mereka membuat temuan-temuan dengan cara yang lebih terorganisir, yang tidak lagi menggantungkan kepada metode coba-coba untuk mengembangkan perlengkapannya. Pada akhir priode ini, sains mulai masuk ke suatu pemahaman atas pengaruh kimia dan listrik yang kemudian melancarkan jalan generasi selanjutnya untuk melakukan terobosan dalam memahami blok-blok bangunan materi pada tingkatan atomik.

Pada abad ke-17, ilmuwan telah menggunakan alat bantu untuk menemukan dan menjelaskan fenomena alam. Pada abad ke-18, saat teknologi telah berkembang, ilmuwan mulai mencoba dengan peralatan yang lebih baik dan lebih maju seperti pompa vakum dan barang pecah belah yang memungkinkan untuk memahami alam dengan lebih mendalam. Pada abad ke-19, dengan permesinan yang lebih baik dan adanya bagian-bagian mesin yang bisa dipertukarkan, ada banyak macam mesin dan perlengkapan listrik yang diproduksi, pada awalnya hampir semuanya dilakukan oleh mekanik yang tidak terlatih dalam sains-sains itu. Meskipun penemuan melalui perlengkapan dan metode pengamatan yang lebih baik terus berlanjut, permesinan yang baru memunculkan isu-isu baru dan menarik bagi para ilmuwan. Beberapa ilmuwan membelokkan bakat mereka untuk menjelaskan penggunaan peralatan yang dibuat manusia itu. Meskipun generasi sebelumnya telah menggunakan peralatan itu dan perlengkapan itu untuk memperluas akumulasi kebijakan sains, beberapa ilmuwan abad 19 menggunakan metode ilmiah untuk memahami bagaimana perlengkapan itu bekerja. Dengan demikian, meskipun sains dan teknologi tetap merupakan bidang terpisah dan membuat kemajuan dengan cara yang berbeda, persinggungan antara kedua wilayah yang sama-sama bergerak maju itu rumit dan sudah banyak dipelajari dalam dekade akhir-akhir ini.
revolusi industri

Saling mempengaruhi antara sains dan teknologi, terutama dalam bidang listrik dan pembangunan mesin, mengarahkan kepada rombongan besar mesin praktis yang baru yang mengubah komunikasi, transportasi, perumahan, tempat kerja, dan pertanian. Meskipun banyak insinyur di pertengahan dan juga akhir abad 19 merupakan penemu dan mekanik otodidak dengan hanya sedikit latihan ilmiah secara formal, pada akhir abad itu, sekolah teknik mulai memasukkan kurikulum yang lebih ilmiah dan membimbing para insinyur melalui prinsip-prinsip yang telah dirumuskan akhir-akhir ini tentang teori listrik, termodinamika, kimia, dan pneumatika, dan juga prinsip-prinsip skala pemodelan. Seorang inovator yang merupakan praktisi otodidak, Thomas Edison, tidak hanya mempekerjakan mekanik dan perajin tetapi juga ahli kimia dan insinyur yang terlatih di kampus di bengkel penemuannya.

Penemuan dan metode yang hanya diimpikan oleh para visionaris di zaman-zaman sebelumnya telah dibawa ke alam nyata selama era revolusi industri. Konsep tentang suku cadang telah dibicarakan oleh pegawai dinas ketentaraan Perancis pada tahun 1790-an dan kemudian diikuti oleh beberapa penemu seperti Eli Whitney dan Samuel Colt selama dekade-dekade berikutnya. Pada tahun 1840-an, peralatan yang dikembangkan di gudang senjata yang dimiliki dan diatur pemerintah AS mulai menjadikannya nyata. Penemuan bersejarah yang membuat tim pekerja di fasilitas pemerintah menjadi pemimpin memiliki mitologi heroik yang melingkupi para penemu hebat Amerika yang individualistik dan berjiwa dagang.

Skema visionaris yang lain juga mendapatkan bantuan dan dukungan dari pemerintah. Misalnya, para jendral Revolusi Perancis meminta alat komunikasi cepat lintas benua Eropa, memperkenalkan sistem semaphor yang berguna sebagai pelopor telegram listrik. Pemerintah Perancis memberikan hadiah untuk sebuah sistem yang bisa menjaga makanan untuk para prajurit di medan tempur, dan kemudian ditemukanlah metode makanan dan sayuran kaleng.

Pada abad 18, para pemimpi telah memvisualkan waktu ketika mesin uap bisa digunakan untuk mendorong kapal dan kendaraan darat. Tidak lama setelah pengembangan yang dilakukan James Watt pada tahun 1780-an mimpi itu semakin mendekati kenyataan. Firma Boulton and Watt, memegang monopoli selama 25 tahun, yang memproduksi berbagai jenis mesin uap praktis sejak tahun 1775 sampai 1800, ketika banyak pabrik mencari cara untuk menggunakan mesin-mesin uap itu dengan cara yang baru. Pada dua dekade pertama abad 19, uap banyak dipergunakan untuk beragam sistem transportasi, dan rel kereta api sampai kapal uap di sungai dan termasuk beberapa variasi seperti kendaraan jalan raya, traktor ladang, dan trem yang ditarik dengan kabel. Dengan adanya pengembangan baling-baling kapal, mesin kapal arung samudra yang bermesin uap menjadi lebih praktis, sementara itu roda kayuh perahu yang digerakkan uap tetap efisien dan efektif di atas sungai dan di pelabuhan. Zaman daya uap mengubah wajah Eropa, Amerika Utara, dan berangsur-angsur bagian lain yang tersisa dari planet ini.

Bersama-sama, rel kereta dan kapal bermesin uap benar-benar bisa mengurangi waktu yang diperlukan untuk perjalanan jauh. Telegram listrik dan kabel dasar laut pada tahun 1860-an menyatukan Eropa dan Amerika dengan komunikasi cepat. Dengan adanya kereta api lintas benua dan jalur telegram paralel yang selesai pada tahun 1869, maka pada tahun 1870 dimungkinkan untuk mendengar berita-berita Berlin di San Fransisco pada hari yang sama dengan berlangsungnya peritiwa itu.

Pada tahun 1880-an, kemajuan teknik semakin mantap dan teratur, dengan banyaknya sekali penemuan baru yang muncul berkelompok. Orang-orang yang lahir pada tahun 1815 atau 1820, yang pada masa-masa kecilnya tidak pernah melihat mesin kereta api, pada usia 65 tahun diperlihatkanlah kepadanya mesin pembakaran, fonograf, telpon, kamera ringan, mesin pendingin, sepeda, trem, mesin ketik, dan berita kemunculan mobil pertama. Istilah Revolusi Industri cocok untuk menggambarkan perubahan besar yang terjadi ketika gedung pencakar langit mulai muncul dan bentuk kehidupan juga berubah.

Konsekuensi sosial dari kemajuan teknologi juga luas dan bagi banyak orang benar-benar merusak. Pada tahun 1870-an, Amerika Serikat mulai memberlakukan harga tunggal dan sistem pasar. Beberapa produk yang bermerek sama, dari makanan kaleng sampai paten kedokteran, di jual lintas bangsa. Industri-industri bermodal besar yang mempekerjakan orang-orang yang tidak memiliki peralatan dan tidak terampil, menyebabkan munculnya ketimpangan sosial yang akhirnya menciptakan krisis politik yang baru. Lahan pertanian terbuka untuk pasar nasional dan diberi jaring-jaring kereta api, dan perlengkapan pertanian baru yang bisa meningkatkan produktivitas petani. Tetapi produktivitas yang meningkat tidaklah selalu menjadi berkah bagi petani. Ketika harga komoditas dasar seperti kapas, gandum, dan jagung turun, banyak petani yang terjebak dalam tekanan antara pembayaran dicicil dan penurunan penghasilan panenan mereka.

Pada tahun 1880-an, para petani dan pekerja industri menunjukkan kekuatan untuk melakukan pemberontakan politik dengan mulai bergabung ke dalam gerakan baru yang mengancam perubahan sifat dasar masyarakat. Di Amerika Serikat, kebijakan pemerintah untuk mengontrol perusahaan kereta api dan perusahaan besar lainnya dibicarakan untuk membatasi kekuasaan bankir dan jawatan kereta api yang besar.

Perkembangan yang sama juga terjadi di Eropa dan menyebabkan munculnya pembela-pembela perubahan sosial yang radikal, termasuk Karl Marx dan Frederich Engels. Tulisan-tulisan mereka mendorong pandangan revolusioner tentang generasi baru dari orang-orang kelas pekerja. Gagasan dari orang-orang ini mendapatkan perhatian dari mereka yang takut bahwa tata industri yang baru bisa menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan. Yang lain sekedar mencela kerusakan atas basil imoralitas individu, mencari uang dengan serakah, bermegah-megahan, dan kekuasan sebagai kekuatan yang mengubah masyarakat menjadi lebih buruk.

Hubungan antara kemajuan teknis dan perubahan sosial menjadi inti persoalannya. Mesin yang besar dan mahal menghasilkan produk yang lebih baik dengan biaya lebih murah dibandingkan dengan metode sebelumnya yang dikerjakan tangan. Pemasangan mesin seperti itu memerlukan modal besar yang biayanya dikumpulkan oleh sekelompok orang yang memiliki akses ke sumber-sumber keuangan atau kredit. Hukum yang ada saat itu berusaha menjaga properti pribadi dari pelanggaran, pencurian, atau penggunaan yang tidak pada tempatnya yang dilakukan oleh orang lain, sehingga bisa berguna untuk melindungi kedudukan pemilik perlengkapan pabrik yang baru. Tetapi, meskipun dibatasi oleh hukum secara adil, ada beberapa perbedaan mendasar antara milik pribadi dan perlengkapan pabrik. Karena kepemilikan peralatan itu sekarang dipisahkan dari laki-laki dan perempuan yang menggunakan peralatan itu, pekerja produksi mendapati diri mereka berada dalam posisi yang baru. Mereka sekedar dibayar untuk menggunakan peralatan yang dimiliki oleh orang lain dan oleh karena itu tidak memiliki kekuatan untuk menentukan pilihan seperti persoalan tentang jam kerja mereka, kompensasi mereka, atau kondisi pekerjaan yang lain. Jika mereka tidak suka dengan aspek apa saja dari suatu pekerjaan, sebagai pekerja lepas mereka diberi kebebasan untuk mengundurkan din atau berhenti bekerja. Tentu saja, ketika mereka melakukannya, mereka akan pergi tanpa bayaran. Seperti pembantu rumah tangga, mereka tidak bisa mengaku-akui peralatan yang ia pakai untuk bekerja, karena mereka bukanlah pemiliknya. Konsekuensi adalah pembentukan serikat kerja, yang hanya memiliki sedikit sekali strategi untuk mempengaruhi keadaan buruk yang dialami para pekerja itu, meskipun itu merupakan hasil kerja kolektif atau tindakan politik. Dekade 1870-an sampai awal abad ke-20 memperlihatkan satu hentakan desruptif satu sama lain dan permulaan dari ketertarikan ideologi dan mengubah strategi yang memberi corak gerakan buruh reformasi agraria, populisme, sosialisme, anarkisme, dan reformisme progresif.

Sains dan teknologi membawa banyak sekali keuntungan sosial yang positif, beberapa di antaranya bisa dirasakan, beberapa yang lain tidak bisa dirasakan, selain adanya kerusakan-kerusakan yang muncul seiring munculnya sistem pabrik, turunnya harga komoditas, dan munculnya kota-kota besar. Kemajuan di bidang kedokteran, terutama digunakannya pembiusan dan sterilisasi peralatan pembedahan, berarti bahwa pasien bisa tetap hidup setelah dibedah. Perjalanan tidak hanya menjadi lebih dekat tetapi juga lebih nyaman dan transportasi cepat untuk produk makanan berarti tersedianya beragam cara diet, yang tidak lagi tergantung pada basil produk setempat. Opthalmoskop menjadikan pembuatan kaca mata menjadi lebih akurat dan lebih cepat. Pencetakan yang lebih murah dan efisien memicu dan dipicu oleh meningkatnya kemampuan membaca. Mesin jahit dan mesin ketik mulai membuka kesempatan pekerjaan baru bagi para perempuan. Semua basis kebutuhan hidup biayanya turun tajam; pakaian, makanan, transportasi, obat¬obatan, dan perumahan. Selain perjuangan kelas yang dipicu oleh Revolusi Industri, teknologi telah memberikan banyak keuntungan yang tidak bisa dipungkiri lagi, bahkan bagi orang-orang yang miskin.

Untuk kelas menengah, seperti psikolog, jaksa, insinyur, akademisi, jurnalis, dan inanajer, yang pekerjaannya tidak begitu tergantung kepada mesin dan peralatan selain dengan pendidikan mereka, teknologi yang baru menyediakan sumber-sumber baru untuk mencari hiburan, kenyamanan, dan kesempatan. Mulai tahun 1890, seseorang yang bekerja dalam profesi-profesi tersebut bisa pulang ke rumah, menyalakan lampu listrik, menelpon, membuka lemari es dan mengeluarkan bir dingin, menyalakan rokok buatan pabrik dengan korek api, lalu duduk mendengarkan rekaman fonograf sambil membaca koran dengan berita-berita yang terjadi pada hari itu dari seluruh planet. Inilah dunia baru, yang tidak bisa mereka alami 40 tahun sebelumnya, bahkan oleh orang-orang kaya.

Beberapa perkembangan itu memungkinkan para visionaris untuk meramalkan perubahan teknologis yang bisa terjadi pada abad-abad berikutnya. Charles Babage memvisualisasikan dan menggambarkan satu bentuk komputer. Alexander Graham Bell berjuang membuat alat bantu pendengaran untuk orang tuli. Percobaan-percobaan dengan mesin pembakaran internal dan dengan pesawat udara, kapal selam, kapal baja, dan listrik menunjukkan bahwa era kemajuan yang dramatis pada abad 19 akan diteruskan pada abad 20.



No comments:

Post a Comment