Sunday, June 9, 2013

Neptunus

Sejarah Penemu Planet Neptunus

pada tahun 1846 Johann Gottfried Galle menemukan planet kedelapan dari sistem tata surya kita, Neptunus. Beberapa ahli astronomi telah mencurigai adanya planet kedelapan ketika gangguan yang terjadi pada gerakan Uranus memberi kesan adanya planet lain yang menyebabkan terjadinya penyimpangan orbit Uranus.


Seperti yang biasa terjadi dalam penemuan di alam, beberapa ilmuwan hampir selalu sampai kepada suatu kesimpulan secara bersamaan. Dan tahun 1845-1846, John Couch Adams di Cambridge dan tidak lama kemudian Urbain J. Leverrier, direktur Observatorium Paris berkat saran dari mantan profesornya, Dominique Arago, berhasil memecahkan persoalan atas munculnya massa dan unsur¬unsur pengorbitan planet yang mengganggu orbit Uranus. Tindakan penemuan itu menjadi pertengkaran antara Inggris dan Perancis yang akhirnya disimpulkan dalam sebagian besar teks bahwa kedua orang itu membuat penghitungan sendiri-sendiri. Penghitungan yang mengarahkan kepada perkiraan tentang lokasi Neptunus itu dianggap sebagai salah satu pencapaian besar dari mekanika angkasa abad 19, dengan menggunakan hukum gerak dan gravitasi yang telah ditemukan oleh Isaac Newton. Tetapi, Galle, di Berlin, menyelesaikan pengamatan sesungguhnya yang pertama terhadap planet itu.

Galle (1812-11910) lahir di Wittenberg, Jerman, dan belajar di Universitas Berlin. Dia mengajar matematika dan menjadi asisten ahli astronomi di Observatorium Berlin pada tahun 1835. Pada tahun 1838 dia menemukan cincin Saturnus, dan ia juga menemukan beberapa komet. Pada tahun 1846 Leverrier meminta Galle untuk melakukan penelitian terhadap lokasi planet yang baru. Pada tanggal 23 September 1846 Galle bersama rekannya Heinrich d'Arrest menentukan letak planet secara astronomis dalam hitungan satu jam sejak dimulainya penelitian itu, membandingkan pengamatan mereka dengan peta bintang dan menggunakan penghitungan Leverrier. Planet itu hanya berjarak 55 menit busur (kurang dari 1 derajat) dari lokasi yang diperkirakan. Dalam beberapa bulan, William Lassel (1799-1880) secara visual menemukan bahwa Neptunus memiliki satu buah satelit besar, Triton, yang belakangan diketahui berdiameter 1.350 kilometer. Lebih dari satu abad kemudian, pada tahun 1949, Gerard Kuiper (1905-1973) menemukan satelit kecil kedua, Nereid, dengan orbit yang aneh.

Bersama Triton di depannya, Neptunus difoto oleh pesawat ruang angkasa Voyager 2 pada tahun 1989. neptunus pada awalnya ditemukan oleh beberapa astronom hampir secara bcrsamaan pada tahun 1846. National Aeronautic and space Administration (Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional)

Wahana penjelajah luar angkasa Voyager 2 melakukan penerbangan pengamatan terhadap Neptunus pada tahun 1989 dan mengirimkan sinyal yang menunjukkan adanya enam satelit kecil yang lain. Kemudian bulan-bulan itu diberi nama klasik: Naiad, Thalassa, Despina, Galatea, Larisa, dan Proteus. Berkebalikan dengan Triton, ketujuh satelit ini ukurannya cukup kecil. Selain itu, Neptunus memiliki sejumlah cincin yang telah ditemukan oleh Voyager. Cincin itu kemudian diberi nama menurut nama para astronom penemunya: Adams; Leverrier (dengan dua penyambung yang disebut Lassel dan Arago); dan cincin yang lebar di bagian dalam yang disebut Galle. Beruntung, cincin itu menyediakan kesempatan pemberian nama yang cukup untuk menghormati semua orang yang berperan penting dalam penemuan planet itu. Penegasan visual Galle atas perkiraan Leverrier (dan meskipun Galle tidak mengetahuinya, prediksi Adams berfungsi sebagai persoalan yang sering disebut tentang hukum-hukum ilmiah yang bersifat prediktif.

No comments:

Post a Comment