Tuesday, June 11, 2013

Telephone

Sejarah Penemu Telephone

Seperti telegram, telefon secara bersamaan ditemukan oleh beberapa orang. Dalam hal ini, pengisian formulir hak paten oleh dua penemu utamanya Alexander Graham Bell (1847-1922) dan Elisha Gray datang dengan selisih dalam hitungan jam.
Karya Bell terinspirasi oleh penemuan sebelumnya, yang terjadi pada tahun 1860. Seorang guru fisika SMU di Frankfurt, Jerman bernama Phillip Reis bermain-main di bengkel sekolah, berupaya mengembangkan sistem pemancaran suara eletronik. Dia memberikan pidato pada tahun 1861 pada asosiasi fisika setempat tentang "telefon dengan menggunakan arus galvanik." Peralatan pengirimannya adalah sebuah bola di atas tong kecil yang terbuat dari kayu, dan penerima sinyalnya adalah sebuah jarum yang ada di dalam sebuah biola. Setelah publikasi laporan pidatonya, ia mendapatkan permintaan untuk membuat lagi instrumen itu, dan ada sekitar selusin yang dibuat di pabrik orang Frankfurt setempat. Masih ada pertentangan mengenai apakah peralatan Reis bisa mengirimkan suara manusia dengan jelas. Telefon Reis dikupas di sebuah majalah populer Jerman, dan satu buah tiruan peralatan itu dipajang di Edinburg University. Alexander Graham Bell yang kelahiran Skotlandia pada tahun 1862 sedang kuliah di Edinburg, dan menjadi sangat tertarik dengan konsep peralatan itu yang bisa digunakan untuk membantu orang yang terganggu pendengarannya. Bell mengunjungi Charles Wheatston (1802-1875), salah seorang penemu telegram, dan mendiskusikan kemajuan teknologi yang mungkin bisa diterapkan pada telefon.

Setelah pindah ke Boston, Bell terlibat dalam pelatihan bagi guru-guru tuna rungu, dan ayah tirinya Gardiner Hubbard (1822-1897), membantu pendanaan untuk percobaan-percobaannya terhadap perlengkapan itu. Pada tahun 1847 Bell mengajak seorang asisten bernama Thomas Watson, dan mereka berdua bekerja untuk melakukan pengembangan atas pemikiran Reis. Pada tahun 1875, di Smithsonian Institution, Bell mengunjungi Joseph Henry (1797-1878), penemu telegram yang lain, yang mendorongnya untuk melanjutkan pekerjaannya.

Hubbart mengajukan lamaran Bell atas hak paten telefon pada tanggal 14 Februari 1876 (dikeluarkan tanggal 7 Maret 1876). Dua jam setelah Hubbard mengajukan lamaran Bell, Elisha Gray menyodorkan kertas-kertas kepada kantor hak paten yang mengindikasikan bahwa ia sudah menyelesaikan pekerjaan atas suatu peralatan dan bermaksud mengajukan hak paten, pada saat itu juga menemukan bahwa dokumen Bell sudah disimpan. Pada tanggal 10 Maret, 1876, Bell berhasil mengirimkan sebuah kalimat yang kemudian menjadi terkenal, Valson, please come here. I wantyou" dari loteng ke lantai dasar di rumahnya. Bell memperlihatkan penemuannya pada tahun 1876 dalam Centennial Exposition di Philadelphia yang menarik perhatian dari kaisar Brazil, Dom Pedro II, dan kemudian perhatian dari masyarakat yang lebih luas.

The Western Union Telegraph Company membeli hak paten Gray dan kemudian membayar Thomas Edison (1847-1931) pada tahun 1876 untuk mengerjakan pengembangan terhadap telefon yang tidak akan melanggar hak paten Bell. Yang kemudian terjadi pada hak paten Bell adalah perebutan dengan Emile Berliner, yang telah mengembangkan peralatan asli dari Reis dengan mikrofon karbon dan sebuah transformator (trafo) yang dipatenkan pada tahun 1880. Western Union dan Bell memutuskan bahwa hak paten mereka berbeda pada tahun 1879, tetapi serangkaian pertarungan hak paten dengan orang lain tidak pernah selesai sampai tahun 1888.

Scientific American terbit dengan gambar sampul telefon pada bulan Oktober 1877, dan direktur Kantor Pos Jerman bernama Heinrich Stephen, berupaya mendapatkan rangkaian telefon itu. Dia segera mendapatkan satu buah telefon dari Kantor Telegram London dan memasang beberapa rangkaian di Berlin dan daerah pedesaan Postdam. Di sana Erns Werner Siemens (1816-1892) mengamati sistem itu dan menyadari adanya sebuah kesempatan, karena Bell tidak mendapatkan hak paten di Jerman. Perusahaan Siemens segera memproduksi telefon secara besar-besaran, dan mereka menyebar dengan cepat di Jerman.

Jaringan telefon pertama dipasang di New Haven, Connecticut pada tahun 1878, diikuti yang berikutnya yang dipasang di London, Manchester, dan Liverpool. Pada tahun 1889, Almond Strowger mematenkan sistem pemutar angka (dial) untuk menghubungkan telefon-telefon sehingga bisa menggantikan operator, tetapi sistem seperti itu lambat pemasangannya, karena mahalnya biaya untuk mengganti papan tombol yang dioperasikan secara manual. Beberapa kota di Amerika Serikat memimpin jalan dalam penggunaan sistem pemutar angka termasuk La Porte, Indiana pada tahun 1892, dan San Fransisco setelah gempa bumi yang terjadi pada tahun 1906 menghancurkan sistem yang telah ada sebelumnya. Siemens memasang sambungan telefon otomatis yang pertama di Eropa pada tahun 1909 di Munich.

Bell menjadi warna negara Amerika pada tahun 1882. Ia meninggalkan sebagian besar keberuntungannya untuk meningkatkan pengajaran terhadap orang tuli dan menjadi pendiri National Geografic Society dan menjadi presidennya sejak tahun 1898 sampai 1903, menggantikan ayah tirinya dalam posisi itu.

Telefon telah mengubah komunikasi, dan pada tahun 1890 dan pada dekade pertama abad 20 telefon menjadi sangat penting untuk menjalankan bisnis di banyak kota di dunia.

No comments:

Post a Comment